Selamat Datang Ramadhan 2015

Bila puasa itu perkara warung yg tertutup sebulan penuh, dan tidak ada sajian makanan yg terpapar didepan mata selama sebulan penuh ramadhan, bagaimana mereka kaum fuqara dan masakin (fakir Dan miskin) yg harus setiap hari melihat kita makan dengan lahap, Dan mudah membeli panganan yg enak sepanjang tahun Dan mereka hanya bisa Ber”PUASA” dengan melihat itu?
Puasa itu adalah perkara “berpaling” dari apa yg kamu inginkan, bukan bangga dengan yang orang lain sembunyikan untuk kamu…
Puasa itu adalah perkara merasakan lapar dan dahaga, ketika semua yg mengenyangkan dan melegakan dahaga mampu diraih dan terpenuhi seketika
Puasa itu adalah perkara empati(ikut merasakan) pada mereka yg hidup penuh keterbatasan, bukan sekedar simpati (merasa kasihan) dan prihatin pada mereka yg punya keterbatasan dan ketidakmampuan
Puasa itu adalah perkara “memunggungi” dunia, ketika semua tersaji dihadapan, semua yg halal diperbolehkan, kita hanya butuh “menahan diri”, itupun dengan batas waktu yg ditentukan guna menempa kesabaran..
Saya yakin, kita semua punya semangat puasa yg seperti itu… Derajat ketakwaan yang sebenarnya.. 

“Laalakum tattaqwuun..” (Semoga kamu bertakwa)

Posted in:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *